ZAINAL'bros
DULU kita bersama DULU kita berbagi DULU kita saling tertawa DULU kita saling sedih. semua menjadi dahulu bukan sekarang dan harapan kedepan.
beribu puisi yang kita buat tak ada satupun yang kita selesaikan, semuanya menjadi bangkai didalam ingatan, janji, jangan pernah mengucap janji jika hanya bertaburan bukan pada tempatnya. jangan mengucap maaf.
baginya semua puisi adalah permajasan semata.
aiuchuiashriugbiauhxuohfboeihsdbvfdsouwpedai99hvbubaosoccsbsudhisodwszhoijdwhsdhoiwsgoisfvbihgcilxugwa8oguiwg3g80qgx2y90`xyy*(ge#(*@uy(_hou#bqobgbwuiq#obiufBWliawiBFAIBUCA GAOXGIGIgIDLIAGX3XFIGAWGT9T8GA8TGAW4GAFA
THIS!
andakata, waktu bisa berbalik arah, pasti aku takan menjadi seperti ini.
waktu berjalan, seiring berdetik ketidakpastian semakin merajalela.
andakan, sejarah semua orang sama semua, buat apa waktu?
waktu, seperti sejarah yang takan terulang.
waktu hujan, andaikan aku bisa menghentikan hujan walau satu menit sajah, untuk mengenang tapi tak bisa dan tak sepantasnya.
azm
Setelah melintasi waktu bersimbah pesonamu
Kini semua terasa tiada Makna yang terendap lama
Dan mendekam dalam gugusan matahari
Tak lagi bisa kuraba
Semua seperti kembali kosong
Harapanku akanmu,Seperti menemui titik penghabisannya
Apa gerangan yg terjadi?
Tiba-tiba aku enggan mengumbar rinduku
Tiba-tiba aku ingin berhenti mencintaimu
Mungkinkah karena sikapmu yg makin lama tak lagi membiusku
Perlahan menghilang di balik dusta
Auramu yg makin pudar oleh sikap tak pasti
Angkuhmu melemahkanku
Bisumu menyurutkan langkahku
Aku lebih baik pergi